Apa Rahasia Kebahagiaan yang Sesungguhnya?

Ampera
Originally uploaded by ruzian1.
Apa Rahasia Kebahagiaan yang Sesungguhnya? Apakah Anda merasa bahagia? Kalau tidak, apa yang dapat membantu Anda untuk merasa bahagia? Pekerjaan baru? Uang? Pacar baru? Hubungan yang penuh kasih sayang? Menjelang akhir tahun lalu suatu konperensi internasional yang membahas rahasia kebahagiaan berlangsung di London. Banyak ahli berkumpul dengan tujuan untuk menterjemahkan apa yang kita ketahui tentang kebahagiaan manusia ke dalam tindakan yang nyata. Dr. Nick Baylis, salah satu pakar dari yang disebut psikologi positif, mengemukakan bahwa barangkali kita, umat manusia, tidak tahu betul apa yang terbaik buat kita sendiri. Seringkali kita menghabiskan energi untuk mengejar sesuatu yang kita kira akan membawa kebahagiaan tetapi sebenarnya tidak. Sementara itu Profesor Martin Seligman dari sebuah perguruan tinggi Amerika pernah melakukan suatu pengkajian tentang kebahagiaan. Dia membedakan beberapa jenis kebahagiaan. Ada kebahagiaan yang diperoleh dari kegiatan yang menyenangkan dan kebahagiaan yang diperoleh dari faktor yang lebih abstrak "Saya menemukan sesuatu yang mengejutkan; bahwa pengejaran terhadap kesenangan tampaknya tidak banyak menyumbang bagi kepuasan hidup,” kata Profesor Seligman. "Namun keterlibatan dalam kegiatan hidup dan menemukan arti dalam hidup sangat banyak menyumbang bagi tercapainya kepuasan," tambah Profesor Seligman. Dengan kata lain, kesenangan jangka pendek tidak akan membawa kebahagiaan jangka panjang. Pembawa bahagia Lalu bagaimana dengan uang? Ada orang yang berpikir bahwa uang akan bisa memberi kebahagiaan. Tetapi orang lain juga bicara tentang jahatnya uang. Dr. Nick Baylis dari Universitas Cambridge telah menganalisa dampak pertumbuhan ekonomi di dunia dan menurut dia, menjadi kaya tidaklah membawa kebahagiaan. Sementara banyak hal telah berkembang makin baik, seperti misalnya pelayanan kesehatan, perumahan, akses pendidikan dan lain-lain, ada satu hal yang belum membaik yaitu rasa kebahagiaan," ujarnya. Dia menambahkan bahwa banyak bukti menunjukkan ketika kita sudah berada di atas garis kemiskinan atau persisnya begitu orang dapat memenuhi keperluan yang paling sederhana dalam hidup mereka, maka pendapatan ekstra bukanlah cara terbaik untuk meningkatkan kebahagiaan mereka. Jadi, apakah keperluan yang paling sederhana itu dan di mana kita menemukannya? Dua unsur bahagia Para psikolog dan pakar ilmu sosial berbicara tentang dua hal yang harus kita upayakan untuk membuat kita merasa lebih bahagia. Pertama, kita harus terlibat dalam kegiatan teratur yang memuaskan, misalnya pekerjaan atau hobby tertentu. Kedua, kita memerlukan rasa memiliki dan dimiliki - antar kawan atau di tengah masyarakat. Profesor Seligman telah melakukan suatu uji kebribadian yang rumit yang dirancang untuk menemukan jenis-jenis karakter orang tertentu, dengan demikian akan diketahui bagaimana mereka dapat memperbaiki tingkat kebahagiaan. Tetapi selain itu, Profesor Seligman juga memberikan suatu saran yang sederhana; dekatlah dengan Tuhan. "Yang kami temukan secara empiris adalah orang-orang yang religius lebih optimistis dan tidak terlalu tertekan dibanding mereka yang tidak religius," katanya. Gagasan untuk menyisihkan anggaran guna mendorong pertumbuhan spiritual kedengarannya tidak ilmiah. Tetapi sekarang ini berbagai lembaga pemerintahan dunia, dari Washington sampai Tokyo, mulai menganggap upaya untuk mendorong keceriaan nasional adalah hal yang serius. Di antara mereka ada yang mengadakan survey perbandingan antar negara - untuk mengetahui bangsa mana yang lebih ceria. Negara bahagia Konon, rakyat di negara-negara bekas blok komunis perlu dibuat agar lebih banyak tertawa agar mereka merasa lebih bahagia. Sementara rakyat beberapa negara kawasan Asia Selatan termasuk orang yang paling bahagia di dunia. Studi yang lain menunjukkan warga yang paling bahagia tinggal di Eropa. Profesor Andrew Oswald dari Warwick University mengatakan warga negara-negara seperti Irlandia, Denmark, Swiss dan negeri Belanda tampaknya cukup bahagia. Banyak dari mereka mengatakan bahwa mereka merasa bahagia karena mereka hidup damai, bisa pergi kemana-mana dan melakukan apa saja yang mereka inginkan; sementara tingkat kesejahteraan ekonomi mereka juga lumayan. Survey nasional seperti itu tentu sangat digeneralisasikan. Di negara-negara yang dikatakan penduduknya paling bahagiapun juga terdapat tindak kejahatan, pengangguran dan bunuh diri seperti di tempat lain. Untuk apa kesedihan? Sebenarnya, salah satu pertanyaannya barangkali adalah apa salahnya dengan kesedihan atau kemuraman? Apakah tidak ada tempat bagi kesedihan dalam hidup kita? Para psikolog telah lama mengakui bahwa merasa sedih atau depresi bisa menjadi dorongan terbaik menuju dinamisme dan kreativitas. Dr. Nick Baylis dari Universitas Cambridge menyetujui hal itu. "Bahkan kepedihan hati akibat cinta yang tak terbalas atau dukacita akibat kehilangan orang yang kita cintai dapat menjadi pendorong inovasi dan pencetus insiprasi. Saya kira kesedihan dan kebahagiaan sama-sama memiliki tempat dalam hidup manusia," kata Dr. Baylis. Jadi, pernahkah kesedihan Anda berubah menjadi motivasi yang mengilhami datangnya kebahagiaan Anda? Apa yang membuat Anda bahagia? (ruzian June 05)


